Rienaa Media Pembelajaran

  • Media 3 dimensi

 

BABI YANG SOMBONG

Ada seekor babi yang gemuk badannya, tubuhnya kuat dan gagah, pada mulutnya ada taring yang tajam dan panjang. Dialah yang menjadi raja hutan dii hutan tersbut. Sang babi sangat di takuti oleh binatang-binatang lain. Tidak ada seekor binatang pun yang berani kapadanya. Anjing hutan, bahkan harimau yang biasanya menjadi raja hutan pun tidak berani menantang sang babi. Sang babi pun menjadi amat sombong kareana ia berkusa di seluruh hutan dan ia dinobatkan menjadi raja babi sombong.

Pasa suatu siang yang angat terik sang raja babi berjalan-jalan mengelilingi hutan dengan sombongnya. Sewaktu sang raja melintasi kerumunan banyak binatang ia pun berkata dengan sangat sombong.

“siapa yang berani melawan ku…..” sang babi berkata

Mendengar suara raja babi yang demikian semua penghuni hutan pun diam karena takut. Semuanya takut dan tak ada yang berani berbicara sepatah kata pun. Dengan bertolak pinggang sang raja babi memamerkan otot-otot tubuhnya yang amat gagah itu dihadapan semua binatang. Ia juga menyeruduk pohon hingga pohon tersebut tumbang dengan seketika,. Sang raja babi merasa tidak ada yang sanggup menandinggi kekuatannya.

Pada saat seperti itu datanglah sang monyet, sang raja babi pun langsung menegur kera.

“hei binatang kecil dari mana saja kau…” tegur sang babi

“dari jalan-jalan, mencari udara segar” jawab kera

“hei….mengapa kau tidak minta izin padaku?” dengan nada yang meninggi

“apakah hutan ini milikmu? Mengapa aku harus minta ijin pada mu……..?” jawab kera yang semakin menambah kesal sang raja babi.

“apa katamu?” ucapan raja babi dengan nada marah.

“apa kamu ini belum tau kalau aku ini adalah raja hutan yang amat sangat di takuti di hutan ini, apakah kamu tidak takut pada ku?” dengan melotot.

“siapa takut” kata sang kera “mengapa aku harus takut pada mu, bukannya kau ini hanyalah seorang babi gendut yang sombong”

Ucapan kera yang demikian ini membuat sang raja babi semakin memanas.

Kemarahannya sudah tidak dapat dibendung lagi “dasar binatang kecil yang bodoh, sudah saatnya aku akan memekan dagingmu yang lezat itu” kata raja babi yang sedang di kuasai kemarahan.

“baiklah kalau kau ingin memakan dagingku ini, namun kau harus bisa mengalahkan ku dulu dalam pertandingan besok pagi yang akan kita lakukan disin” kata sang kera menantang sang raja babi.

“besok kita akan bertanding menentukan siapa yang kebih kuat antara kau dan aku, jika kau menang silakan kau makan dagingku, dan jika aku yang menang kau yang harus tunduk pada ku”

“hwa..ha….ha….ha…………, apa kau serius dengan kata-kata mu itu? Kau tau siapa yang kau tantang ini” dengan kesombongannya raja babi memuji dirinya sendiri.

“tapi bagus juga usul mu itu binatng kecil, bersiaplah kau akan ku makan besok, hwahahahahah……..”

tawanya itu membuat seluruh penghuni hutan ketakutan, namun tidak dengan kera yang pemberani yang melawan kesombongna raja hutan. Setelah sang babi pergi semua penghuni hutan merasa kawatir terhadap keselamatan kera.

“apa kau tidak takut?kau taukan siapa raja babi tu” tukas ayam menesehati sahabatnya itu

“Emmmm….., bener kera apa kamu tidak takut?” sambung sang kelinci

Namun tekat kera sudah bener-benar bulat dengan apa yang di katakannya tadi. Karena ia sudah sangat kasal melihat ulah sang babi sombong yang berbuat semena-mena pada semua penghuni hutan.

“kanapa harus takut?aku tidak takut……….” dengan bangga kera mengucapkannya.

“aku akan memberi pelajaran pada babi agar ia tidak sombong dan semena-mena pada kita”

“tapi bagaimana caranya?”tanya ayam dengan bingung “kamu tau kan betapa kuatnya raja babi itu?” ayam menghawatirkan keselamatan kera karena ia tau bahwa raja babi sangat kuat.

“tenang saja, aku sudh menyiapkan kejutan buat babi sombong itu…..” jawab kera “kalian tidak usah kawatir, do’akan saja agar semuanya lancar” sang kera pun tersemun pada teman-temannya.

“hooree…….hore…………. hidup kera………….” semua penghun hutan bersorak ramai sekali.

Tanpa ada yang mengetahui diam-diam kera membuatjebakan untuk raja babi ia menggali lubang di sekitar area pertandingan yang menurut kera sangat strategis. Setelah lubang telah tergali kera menutupi lubang tersebut dengan ranting dan daun-daun kering, sehingga lubang tersebut tersamar dan tiidak ada satu hewanpun yang mengetahui hal tersebut. Setelah selesai kerapun pulang untuk menghadapi pertandingan besok pagi.

“dimana kera? Apa dia takut menghadapi aku?”teriak sang raja babi mencari keberadaan lawan tandingnya.

“Hwaaaaaaaaaa………..hahahahahah, kera sombong itu tidak datang..” sang babi semakin sombong memamerkan kekuatannya dihadapan semua penghuni hitan. Terdengar suara yang tidak asing dari belakang.

“heii….,babi sombong aku datang…?” muncul dengan topenng yang dibuatnya semalam, namun tidak ada yang tau kalau kera memakai topeng, karena topeng tersebut sangat bagus dan sama sersisi seperti wajah kera.

“hei..,ternyata kau datang binatang kecil” kata babi.

Posisi mereka telah berada di tengah-tengah lapangan dan siap memulai pertandingan.

“jangan basa-basi lagi ayo mulai saja pertadingan ini” tantang kera pada babi.

“siapa yang takut, bersiaplah untuk kalah………..” sambil mengambil ancang-ancang untuk membidik lawannya dengan menyeruduk tubuh lawannya, setelah posisi dirasa sudahpas barulah sangraja babi berlari sekuat tenaga untuk menyeruduk lawannya tersebut.

“hyaaaaaaaaaaaaaaa………………………………………………………………………..” dengan kekuatan penuh babi menyeruuk kera.

Didalam posisi seperti ini kera sama sekali tidak merasa takut, dengan satu gerakan kera menghindar dari serangan-serangan yang dilancarkan oleh sang babi. Dengan gesit kera dapat menghindar dari serangan babi yang sangat kuat itu, hingga kera mendapat posisi yang tepat untuk mengeluarkan jurus pamungkasnya.

“he kau kera kecil, berhentilah main-main dengan ku aku akan menghabisimu sekarang” babi sudah amat marah.

“kaulah yang dari tadi main-main dengan ku babi jelek” dengan sangat percaya diri

Babi menyerang untuk kebeapa kalinya, dan serangannya kali ini betul-betul berisikan kemarahan serta kesombongan. Semua yang menonton duel ini pun akan merasa was-was saat menyaksikan hal tersebut.

“kera busuk terima serangan dariku……….”

“hyaa…….nguk.nguk….nguk………”

Kera menghindari serangan babi dan

“bbbyyurrrrrrrrrrr…………..” tubuh babi sombong itu masuk kedalam lubang yang di buat kera semalam.

“hore…..hore………hore……..hidup kera,hidup kera…..” terdengar sorakan dari seluruh penjuru hutan akan kemenangan kera.

“kera keluarkan aku dari lubang ini, kera kecil keluarkan aku” babi menyeruduk dinding-dinding ludanga tersebut hingga ia kelelahan.

“aku akan mengeluarkan mu jika engkau bisa mengubah kesombongan mu itu babi” jawab kera.

“tunggu pembalasanku kera…………………” teriak babi dalam lubang.

“tobatlah dulu” jawab kera sambil meninggalkan babi yang masih berada dalam lubang agar dia merenunggi segala kesombongan yang ia perbuat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s